Pemuda
Pemuda
adalah golongan manusia manusia muda yang masih memerlukan pembinaan dan
pengembangan kearah yang lebih baik, agar dapat melanjutkan dan mengisi
pembangunan yang kini telah berlangsung, pemuda di Indonesia dewasa ini sangat
beraneka ragam, terutama bila dikaitkan dengan kesempatan pendidikan. Keragaman
tersebut pada dasarnya tidak mengakibatkan perbedaan dalam pembinaan dan
pengembangan generasi muda.
Sosialisasi
sosialisasi adalah proses penanaman nilai dan
aturan. Sosialiasi dibagi menjadi dua jenis yaitu Sosialisasi Primer (sosialisasi
dalam keluarga) dan Sosialisasi Sekunder (sosialisasi dalam masyarakat).
Sosialisasi Primer berlangsung
pada saat anak berusia 1-5 tahun, anak mulai mengenal anggota keluarga dan
lingkungan keluarga. dalam tahap ini peran orang tua dan peran orang-orang
terdekat sangatlah penting, warna kepribadian anak akan sangat ditentukan oleh
kepribadian dan interaksi antara anda dan anggota keluarganya.
Sosialiasi Sekunder yaitu
proses sosialiasisasi setelah sosialisasi primer, memperkenalkan individu ke
dalam kelompok masyarakat. Pada proses ini masyarakat yang menilai kepribadian
seseorang, contoh apakah seseorang yang dinilai kepribadiannya adalah orang
baik atau tidaknya dinilai dari kepribadian kita.
Internalisasi Belajar Dan
Sosialisasi Internalisasi adalah perubahan dalam masyarakat. Sedangkan
Sosialisasi adalah suatu peroses yang mempelajari tentang norma – norma
masyarakat yang akan membentuk kepribadiannnya dilingkungan masyarakat. Jadi
jika tidak adanya Internalisasi dan Sosialisasi didalam lingkungan masyarakat.
Maka tidak akan ada perubahan dilingkungan itu.
Tujuan Sosialisasi
Setelah memahami pengertian
dan definisi dan sosialisasi, kita dapat mengidentifikasi apa yang menjadi
tujuan proses ini. Karena kaitannya dengan bentuk-bentuk proses sosial yang ada
dalam masyarakat. setiap ada proses berarti di situ ada beherapa tujuan terkait
dengan kehidupan bermasyarakat itu sendiri. Beberapa tujuan yang dapat
dirumuskan dan proses sosialisasi diantaranya:
A. Melalui proses sosialisasi, dapat memberikan ketrampilan dan
pengetahuan yang dibutuhkan seseorang untuk melangsungkan kehidupan seseorang
kelak di tengah-tengah masyarakat dimana dia akan menjadi salah sàtu
anggotanya. Artinya melalui sosialisasi. seorang individu akan menjadi mengerti
dengan bekal yang ia miliki untuk berperan dalam masyarakat.
B. Proses sosialisasi dapat mengembangkan kemampuan seseorang untuk
berkomunikasi secara efektif dan efisien serta mengembangkan kemampuannya untuk
membaca. menulis dan bercerita. Dengan melakukan komunikasi, berbagai informasi
mengenai masyarakat akan diperoleh untuk kelangsungan hidup seorang individu
sebagai anggota masyarakat.
C. Mengembangkan kemampuan seseorang mengendalikan fungsi-fungsi
organik melalui latihan-latihan mengawaswas diri yang tepat. merupakan tujuan
berikutnya dan sosialisasi. Artinva dengan adanya proses sosialisasi ini,
seorang individu dapat memahami hal-hal yang baik dan diajurkan dalam
masyarakat untuk dilakukan. Apabila buruk. sebaiknya dihindari, dan tidak
dilakukan. Dengan begitu akan dibutuhkan kemampuan untuk mengawaas din dan
mengendalikan diri untuk hidup bermasyarakat.
D. Dengan adanya proses sosialisasi, ditemukan adanya upaya untuk
menanamkan kepada seseorang nilai-nilai dan kepercayaan pokok yang ada pada
masyarakat. Sebenarnya proses sosialisasi in merupakan sebuah proses untuk
menularkan nilai dan norma yang menjadi kepercayaan pokok masyarakat. yang mana
menjadi bekal dan individu untuk melangsungkan kegiatan hidup bermasyarakat.
Proses Sosialisasi
Menurut
pendapat George Herbet Mead bahwa sosialisasi yang akan dilalui seseorang
dibedakan melalui tahap persiapan (preparatory stage), tahap meniru (play
stage), tahap siap bertindak (game stage), tahap penerimaan norma kolektif
(generalized stage/generalized other).
1. Tahap Persiapan (Preparatory Stage)
Tahap
ini dialamai oleh setiap manusia sejak dilahirkan, moment seorang anak
menyiapkan diri mengenal dunia sosialnya. Tahap ini anak mulai meniru kegiatan
yang dilakukan orang tuanya atau orang di sekitarnya. Contoh: seorang ibu
mengajarkan mengeja kata “mamah” balita akan mencoba mengucapkan kata yang
diulangi ibunya, mesti tidak sempurna diucapkan “myamyah”. Seiring anak tumbuh
lama-kelamaan anak dapat memahami makna kata mamah tersebut dengan kenyataan
bahwa ibunya adalah mamahnya.
2. Tahap Meniru (Play Stage)
Pada
tahap ini semakin sempurna seorang anak meniru peran yang dilakukan orang
dewasa. Anak menyadari tentang yang dilakukan orang disekitarnya. Pada tahap
ini kemampuan untuk menempatkan diri dengan posisi orang lain mulai terbentuk.
3. Tahap Siap Bertindak (Game Stage)
Di
tahap peniruan sudah berkurang lalu digantukan peran yang dimainkan secara
langsung dengan kesadaran penuh. Pada tahap ini hubungan dengan lawan interkasi
semakin kompleks, dan si Individu mulai berhubungan dengan teman sebayanya di
luar rumah. Secara bertahap peraturan-peraturan yang berlaku mulai dipahami.
4. Tahap Penerimaan Norma Kolektif (Generalized Stage/Generalized other)
Seseorang
telah dianggap dewasa pada tahap ini, karena sudah bisa menempatkan dirinya
pada posisi masyarakat secara luas. Kata lainnya, seseorang bersika tenggang
rasa mulai dari orang-orang yang dikenalnya dan juga dengan masyarat luas.
Manusia ini sadar pentingnya peraturan di sekitarnya. pada tahap ini ia telah
menjadi warga masyarakat dalam arti sepenuhnya.
Pola
dassar pembinaan dan pembangunan generasi muda
Pola dasar pembinaan dan pembangunan generasi muda
ditetapkan oleh menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Tujuannya agar semua pihak
yang turut serta dan berkepentingan dalam penanganannya benar-benar
menggunakannya sebagai pedoman sehingga pelaksanaannya dapat terarah,
menyeluruh dan terpadu serta dapat mencapai sasaran dan tujuan yang dimaksud.
Pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda disusun berlandaskan:
Pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda disusun berlandaskan:
A. Landasan idil (Pancasila)
B. Landasan Konstitusional (UUD 1945)
C. Landasan Strategi (Garis-garis besar haluan
negara)
D. Landasan Histories (Sumpah Pemuda dan
Proklamasi)
E. Landasan Normatif (Tata Nilai diTengah
Masyarakat)
Motivasi asas pembinaan dan pengembangan generasi
muda bertumpu pada strategi pencapaian tujuan nasional, seperti disebutkan
dalam pembukaan UUD 1945 alinea keempat.
Atas dasar kenyataan ini, diperlukan penataan
kehidupan pemuda sehingga mereka mampu memainkan peranan yang penting dalam
masa depan sekalipun disadari bahwa masa depan tersebut tidak berdiri sendiri.
Masa depan adalah lanjutan masa sekarang, dan masa sekarang adalah hasil masa
lampau. Dalam hal ini, pembinaan dan pengembangan generasi muda haruslah
menanamkan motivasi kepekaan terhadap masa datang sebagai bagian mutlak masa
kini. Kepekaan terhadap masa yang akan datang membutuhkan pula
situasi-situasi lingkungan untuk merelevansikan partisipannya dalam setiap
kegiatan bangsa dan negara. Untuk itu, kualitas kesejahteraan yang membawa
nilai-nilai dasar bangsamerupakan faktor penentu yang mewarnai pembinaan generasi
muda dan bangsa dalam memasuki masa datang.
Dalam hal ini, pembinaan dan pengembangan generasi muda menyangkut dua pengertian pokok, diantaranya:
Dalam hal ini, pembinaan dan pengembangan generasi muda menyangkut dua pengertian pokok, diantaranya:
A. Generasi muda sebagai objek pembinaan dan pengembangan adalah mereka
yang telah memiliki bekal dan kemampuan serta landasan untuk mandiri dan
keterlibatannya pun secara fungsional bersama potensi lainnya guna
menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh bangsa ini.
B. Generasi muda sebagai objek
pembinaan dan pengembangan adalah mereka yang masih memerlukan pembinaan dan
pengembangan kearah pertumbuhan potensi dan kemampuan ketingkat yang optimal
dan belum dapat bersikap mandiri yang melibatkan secara fungsional.
Tanpa keikut sertaannya generasi muda, tujuan pembangunan ini akan sangat sulit sekali tercapai. Hal ini bukan saja karena p[emuda merupakan lapisan masyarakat yang cukup besar, tetapi tanpa kegairahan dan kreativitas mereka, pembangunan jangka panjang dapat kehilangan keseimbangan. Apabila pemuda masa sekarang terpisah dari persoalan masyarakatnya, sulit terwujud pemimpin masa datang yang dapat memimpin bangsanya sendiri.
Daftar
Pustaka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar